KANDUNGAN DAN BAHAYA PENGGUNAAN MELAMIN
Sebelumnya, kita sudah pernah mendengar apa itu melamin. Melamin beredar sangat luas di indonesia . Seperti di dalam kemasan makanan dan produk lainnya. Dan menyebar luas di Indonesia yang berasal dari Negara Cina. Di Indonesia terdapat sekitar 28 merk kemasan yang sudah teridentifikasikan mengandung bahan melamin. Ini terjadi akibat Badan POM milik Indonesia terlambat mencermati, dan kurang waspada terhadap distribusi bahaya melamin sehingga gampang masuk ke Indonesia.
Hal ini terjadi di karenakan Badan POM hanya memeriksa kandungan protein dan gizi yang terkandung dalam makanan atau apakah sesuai dengan yang tertera di label kemasan atau tidak, dan biasanya di lakukan pengecekan apakah ada pencemaran kimia / pencemaran bakteri dalam makanan tersebut. Jadi Badan POM tidak tahu kalau dalam susu tersebut terdapat melamin. Untuk mengatasi masalah tersebut Badan POM melakukan usaha dengan cara menarik / menyita merek yang belum beredar di pasaran.
Terdapat di Negara Cina sekitar 50.000 bayi yang terkena penyakit, yaitu gagal ginjal dan kencing darah. Karena itu, pemerintah Cina mencurigai dan mulai meneliti tentang masalah melamin tersebut. Dan ternyata dari hasil penelitian di temukan banyak produk merk makanan dan susu formula bayi yang tercemar melamin,bahan tersebut di tambahkan agar kandungan protein tetap tinggi dan menambah banyak volume produk susu.
Di Indonesia berita tersebut baru di beritahukan oleh Infosat (International Food Safety & Quality Network / WHO) pada tanggal 16 dan kemudian Badan POM mengeluarkan surat edaran untuk menarik produk susu formula bayi tersebut dari pasaran, dan ternyata tidak hanya susu formula saja yang mengandung melamin , tetapi masih banyak lagi makanan yang mengandung melamin seperti biscuit, roti, dan makanan lain yang mayoritas produk dari Cina.
BISCUIT ,Sebetulnya melamin adalah bahan untuk piring,tetapi pihak yang bersangkutan menipunya dengan menambahkan bahan tersebut ke dalam makanan, bahan tersebut di tambahkan agar kandungan protein dalam susu tetap terjaga,di Indonesia biasanya petani susu menambahkan santan atau bahan-bahan yang lain.
Di Indonesia tidak hanya kasus melamin yang pernah terjadi,seperti contoh “Formalin”,formalin adalah bahan kimia untuk mengawetkan mayat,namun pihak tertentu menyalahgunakannya untuk mengawetkan makanan agar tidak cepat rusak dan basi,hal itu tentu berdampak pada konsumen,myoritas penyakit yang di sebabkan oleh formalin adalah penyakit kronis,antara lain kanker,kaves,dll.Sedangkan penyakit yang di timbulkan oleh melamin biasanya batuk dengan hitungan perbulan,berarti penyakit dapat di ketahui dengan hitungan perbulan.
Sebenarnya masalah ini adalah musibah bagi kita semua,seharusnya kita tidak hanya bisa melimpahkan kesalahan sepenuhnya kepada Badan POM,kita sebagai konsumen juga harus pintar memilih makanan yang baik dan bermanfaat, mayoritas masyarakat kita lebih menyukai barang Impor dari pada barang produksi local,padahal belum tentu barang produksi Impor lebih baik dari barang produksi local,maka dari itu kita jangan sampai salah memilih produk,karena apa yang kita makan adalah tanggung jawab kita sendiri sebagai konsumen dan pasti akan berdampak pada diri kita sendiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar